Kamis, 21 Maret 2013

Pengalaman Ikut Latihan Tae Kwon Do

Karangtengah : Tae Kwon DO merupakan olah raga pernah saya ikuti sejak sepuluh tahun yang lalu, olah raga ini memang sangat, mengasikan tapi juga membosankan. apabila kita mencermati gerakan olah raga ini setiap hari hampir sama didalam tingkatan maksudnya adalah saat kita baru masuk kita akan belajar tendangan sama . Memang namun tujuanya hanya bagaimana kita bisa merasakan cara kita bisa menendang dengan perasaan kita bukan dengan emosi.

Saya sendiri juga mengalami hal yang demikian apalagi sekarang, hanya karena tidak punya sertifikat saya harus mengulang dari awal, mukin kalau kita berfikir mana mungkin percaya kalau kita tidak bisa menunjukan sertifikat kita, takunya mengada- ada. Ini pengalaman yang sangat berarti bagi kita seandanya kita jadi sabeum jangan cuma ngambil untung dri murid tapi bagaimana kita bisa menunjukan bahwa murid kita itu sah dengan sabuk yang dikenakan (maaf sabeum Nim gue kesel...). 

Di Universitas Pakuan akhirnya aku bisa berlatih lagi, dari awal dan baru sampai sabuk kuning. Dan kemarin gak ikut ujian kenaikan lagi karena ada acara menginap segala, itu alasan saya tidak ikut. disana di latih oleh sabeum Faris, Saebeum Fredy, Sabeum Dion, dan ada lagi saya lupa. 

Dilihat dari perlengkapanya sangat bagus dan lumanyan komplit, namun sayang agak kurang terkoordinir dalam latihan. maklum anak muda. Selain Tae Kwon Do ada juga aliran lain seperti merpati putih, tarung derajat dan kempo. tinggal pilih mana suka.

Mudah mudahan kita bisa maju bersama Tae Kwon Do. bersambung...



Senin, 18 Maret 2013

Sejarah Tae Kwon Do



Taekwondo (juga dieja Tae Kwon DoTaekwon-Do) adalah olahraga bela diri asal Korea yang juga populer di Indonesia, olah raga ini juga merupakan olahraga nasional Korea. Ini adalah seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia[rujukan?] dan juga dipertandingkan diOlimpiade. Taekwondo di Indonesia semakin populer sejak dipromosikan secara besar-besaran oleh Saseong Nim Daxon Joetandi (Dan VII Kukkiwon), seorang bankir profesional yang terkenal sebagai pemegang sabuk hitam termuda di Indonesia sejak berumur 7 tahun.
Dalam bahasa Koreahanja untuk Tae berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki"; Kwon berarti "tinju"; dan Do berarti "jalan" atau "seni". Jadi, Taekwondo dapat diterjemahkan dengan bebas sebagai "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan". Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat.
Meskipun ada banyak perbedaan doktriner dan teknik di antara berbagai organisasi taekwondo, seni ini pada umumnya menekankan tendangan yang dilakukan dari suatu sikap bergerak, dengan menggunakan daya jangkau dan kekuatan kaki yang lebih besar untuk melumpuhlan lawan dari kejauhan. Dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan; tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan. Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan, tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling (pergulatan).

Sumber : WIKIPEDIA.